Arsip dari Kategori ‘News’

Panduan Proses Pengadilan Perempuan Diluncurkan

Friday, 27 August 2010

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Dulu, sekitar era 80 an, bekerja ke luar negeri menjadi fenomena bagi masyarakat Indonesia, karena identik dengan keberanian mengambil keputusan untuk hidup di suatu tempat yang jauh berbeda dari biasanya. Kini, bekerja ke luar negeri adalah fenomena merangkaknya angka perdagangan orang, migrasi, bahkan HIV/AIDS. (selanjutnya…)

Potret Buram Pekerja Anak

Friday, 20 August 2010

Beberapa waktu lalu, melalui tayangan program Metro Ten, Metro Tv memetakan 10 area/bidang yang paling banyak mempekerjakan anak. Hasilnya tentu saja mengejutkan. Hampir seluruh area yang menjadi keseharian kita, ternyata turut melibatkan anak di dalamnya sebagai pekerja. Tiga urutan teratas diduduki oleh industri pengolahan, perdagangan besar & eceran, dan bidang pertanian. (selanjutnya…)

Memindahkan Mereka ke Panti Sosial

Tuesday, 10 August 2010

Advokasi KPAI dalam menghapuskan penjara anak masih terus dilakukan. “Anak-anak yang sekarang berada di penjara harus segera dipindahkan ke panti sosial,” ujar Hadi Supeno, Ketua KPAI, seperti yang disinyalir oleh portal berita Jawa Pos beberapa waktu lalu. (selanjutnya…)

Menghapuskan Pemenjaraan Terhadap Anak

Tuesday, 3 August 2010

Kecenderungan terhadap tingkat kriminalitas maupun kejahatan yang dilakukan oleh anak, tampaknya kian bertambah seiring dengan fenomena kemiskinan dan pengabaian terhadap hak-hak anak. Lantas, bagaimana persoalan ketika anak harus berhadapan dengan hukum? (selanjutnya…)

Penculikan dan Trafiking Anak

Saturday, 31 July 2010

Tahun ini, data terdokumentasi mengenai penculikan anak semakin meningkat. Sedikitnya telah terjadi 67 kasus penculikan anak yang dilaporkan polisi dan Komnas Perlindungan Anak pada periode Januari hingga Mei 2010 ini. Selama 3 tahun belakangan, KPAI pun mencatat kasus penculikan anak mencapai 167 kasus. Motif penculikan anak, meliputi perebutan kuasa asuh, adopsi ilegal, dendam, uang tebusan, transplantasi organ, eksploitasi seksual, pedofilia, dan tentu saja trafiking. (selanjutnya…)

Trafiking & Eksplotasi Seksual Sebagai Dampak Buruk Pariwisata

Monday, 26 July 2010

Industri pariwisata kian meroket menjadi industri masa depan yang besar dan berdampak luas. Sebagai industri yang bersifat multi-sektoral, pariwisata telah menjadi penyumbang utama pendapatan nasional dan pembangunan ekonomi suatu negara. (selanjutnya…)

Anak dan Kasus Pornografi

Saturday, 24 July 2010

Sudah sekitar satu bulan media massa dan infotainment tanah air dipenuhi oleh liputan kasus video porno selebritis. Berita yang berlebihan dan cenderung mengumbar sensasi tersebut telah berkontribusi terhadap peluang pemenuhan rasa keingintahuan masyarakat, termasuk anak-anak untuk turut mengunduh dan menyaksikan video yang menunjukkan adegan seks dewasa. Bagi anak, pengalaman menonton tayangan tersebut menyebabkan pengalaman yang cukup traumatis. Pula, memposisikan mereka sebagai sasaran yang rentan terhadap pemerkosaan. KPAI melaporkan dalam rentang tanggal 14 Juni sampai 23 Juni 2010, tercatat sebanyak 33 anak diperkosa setelah menonton video yang telah tersebar bebas melalui internet dan telepon genggam itu. (selanjutnya…)

Memahami Apa itu Perlindungan Anak

Tuesday, 20 July 2010

Sementara kasus trafiking dan eksploitasi anak kian meningkat setiap harinya, di sisi lain ternyata masyarakat umum tak juga mengerti mengenai konsep apa itu perlindungan anak. Tentu saja ini bukan perkara yang tak bisa ditebak. Mekipun belakangan ini kita bisa melihat kasus trafiking dan eksploitasi anak mulai mendapat perhatian sejumlah media massa, elektronik dan cetak, tetapi sangat disayangkan ketika media massa sekedar meliput kasus terkait nilai beritanya. Maka tak jarang, liputan pada permasalahan ini tidak memiliki perspektif anak dan kurang bersifat mendidik apalagi memberdayakan publik. (selanjutnya…)

Melawan Trafiking Bersama Lembaga Keagamaan

Friday, 16 July 2010

Telah sejak lama Nusa Tenggara Timur menjadi daerah terbesar pengirim buruh migran di wilayah Indonesia bagian timur. Persoalan pendidikan, lambatnya pembangunan, krisis pangan, masalah air bersih, konflik masa lalu, dan lainnya telah menyebabkan sebagian besar dari mereka terpaksa hidup di bawah garis kemiskinan. Inilah yang mendorong banyak remaja, khususnya perempuan, di sana merasa harus merantau ke luar negeri sebagi buruh migran. Sudah pasti ini bukanlah jalan yang mudah untuk masuk ke dalam siklus perdagangan orang internasional. (selanjutnya…)

Melawan Child Sex Tourism di Kamboja

Sunday, 11 July 2010

Jurnalperempuan.com - Phnom Penh, Ada hal yang menarik saat anda berkunjung ke Phnom Penh, Kamboja. Di berbagai restoran atau hotel di Phnom Penh, Kamboja sudah dapat dipastikan anda akan menemukan berbagai selebaran maupun poster tentang larangan child sex tourism (CST) atau turisme seks yang melibatkan anak. CST memang masih menjadi masalah yang sulit ditangani oleh pemerintah Kamboja saat ini. (selanjutnya…)