Arsip pada bulan July 2007

Semiloka: “Bagaimana Melindungi Anak Korban Perdagangan Dengan Standar HAM?”

Friday, 27 July 2007

Hak anak untuk mendapat perlindungan diusakan dapat tercapai dengan optimal dalam Usulan Panduan yang disosialisasikan Indonesia ACTs dalam semiloka bertajuk “Bagaimana Melindungi Anak Korban Perdagangan dengan Standar HAM?” yang diselenggarakan hasil kerjasama YJP, Indonesia ACTs, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dengan dukungan Terre des Hommes Netherlands di kantor KPP, Kamis (26/7). (selanjutnya…)

Semiloka Hari Anak: Perlunya Panduan Perlindungan Hak Anak Korban Perdagangan

Thursday, 26 July 2007

Jurnalperempuan.com-Jakarta. “Yayasan Jurnal Perempuan juga concern terhadap isu anak, melihat makin maraknya eksploitasi anak yang salah satunya dipicu oleh kemiskinan. Data Indonesia Acts menunjukkan bahwa korban perdagangan anak terbesar adalah anak perempuan. Melindungi anak-anak adalah tugas orang dewasa, kita sebagai orang dewasa seharusnya tidak mengeksploitasinya. Maka dalam rangka Hari Anak tahun 2007 ini, kami menganggap perlu menyelenggarakan seminar dan lokakarya ini,” demikian Adriana Venny, Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan dalam pidatonya membuka acara Semiloka dan Peluncuran Jurnal Perempuan edisi 51 dan usulan panduan bagi perlindungan hak-hak anak korban perdagangan di Indonesia. Acara yang didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Terre des Hommes Netherlands (TdH-NL) ini diselenggarakan pada hari Kamis (26/7), di Ruang Kartini, lantai 3, Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan. (selanjutnya…)

IndoACTs Sosialisasi Usulan Panduan

Tuesday, 24 July 2007

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Data ILO/IPEC menyebutkan, sekitar 600.000 anak dipekerjakan sebagai PRT (Pekerja Rumah Tangga) dengan jam kerja yang berlebihan dan upah yang tidak layak. Di tempat prostitusi, anak-anak juga dijadikan kurir narkoba, bekerja di perkebunan dan jermal, serta disuruh mengemis.

Persoalan kemiskinan barulah akar persoalan yang harus dipecahkan. Karena serentetan sebab yang lain, seperti perkawinan dini dan minimnya informasi tentang trafiking, terutama di daerah-daerah terpencil, turut berperan mengekalkan kejahatan lintas negara ini. (selanjutnya…)

Seminar Dan Lokakarya: “BAGAIMANA MELINDUNGI ANAK KORBAN PERDAGANGAN DENGAN STANDAR HAM?”

Wednesday, 18 July 2007

Dalam rangka Peringatan Hari Anak 2007, Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Indonesia ACTS dan didukung oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan R.I dan Terre des Hommes Netherlands (TdH-NL), akan menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya dengan tema: “BAGAIMANA MELINDUNGI ANAK KORBAN PERDAGANGAN DENGAN STANDAR HAM?”.

Pada acara tersebut akan diluncurkan juga Jurnal Perempuan edisi 51 “Mengapa Mereka di perdagangkan” dan Sosialisasi Usulan Panduan Bagi Perlindungan Hak-hak Anak Korban Perdagangan di Indonesia. (selanjutnya…)

Membahas Usulan Indonesia ACTs

Monday, 16 July 2007
Sumarni Dawam Rahardjo, Staf Khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, membahas Usulan Indonesia ACTs (Anti Child Trafficking) tentang Panduan Bagi Perlindungan Hak-hak Anak Korban Perdagangan di Indonesia untuk menjadi supplemen bagi Peraturan Presiden tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Gugus Tugas PTPPO) di ruang kerjanya, Rabu (11/07).(Dok YJP/Yoke)

PP PTPPO Perlu Uji Publik

Friday, 13 July 2007

Jurnal Perempuan.com. Peraturan Presiden tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PP PTPPO) saat ini sudah masuk ke Departemen Hukum dan HAM (Dephukham) untuk dirapikan dan selanjutnya dikirim ke Sekretariat Negara. Uji publik perlu dilakukan dan akan dilaksanakan di daerah karena materi yang ada memang lebih banyak muatan daerah. Daerah yang akan dilibatkan adalah Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggaran Barat dan Timur, Makasar dan Jawa Barat. Beberapa propinsi akan berjalan paralel.
(selanjutnya…)