Arsip pada bulan December 2007

Memperingati Hari Pemberantasan Perdagangan Orang 12 Desember. Saatnya Jawa Barat Bergerak Lindungi Perempuan dan Anak dari Bahaya Trafiking.

Friday, 14 December 2007

INSTITUT PEREMPUAN: Menyambut hari Anti Trafiking Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Desember 2007, INSTITUT PEREMPUAN, bekerja sama dengan B-Radio mengadakan talkshow tentang trafiking di B-Radio, Jalan Ir. H Juanda Bandung.

Hadir sebagai narasumber adalah Ellin Rozana, INSTITUT PEREMPUAN dan dari  Jaringan Gerakan Anti Trafiking Jawa Barat (JAGAT JABAR), dipandu oleh Niken, penyiar B-Radio. Pada 12 Desember 2000, ditandatanganilah Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children atau Palermo Protocol. Protokol yang diadopsi oleh PBB ini merupakan dokumen paling komprehensif dalam memandu negara-negara memerangi perdagangan (trafficking) orang terutama perempuan dan anak. (selanjutnya…)

Pelaku Belum Ditindak Maksimal

Thursday, 13 December 2007

Yogyakarta, Kompas - Indonesia menjadi salah satu negara sorotan karena disinyalir merupakan negara pengirim, persinggahan, dan tujuan perdagangan manusia. Perdagangan itu bertujuan eksploitasi seks dan kerja paksa. Sebagai langkah pengendalian perdagangan manusia, pemerintah perlu menetapkan tanggal 12 Desember sebagai Hari Antiperdagangan Manusia. Tanggal itu dinilai cukup bersejarah sebagai peringatan disepakatinya Protokol Palermo. Bertempat di Palermo, Italia, 124 negara sepakat memasukkan tindak pidana perdagangan manusia sebagai salah satu kejahatan transnasional pada 12 Desember 2000. (selanjutnya…)

Deklarasi anak jalanan.

Thursday, 13 December 2007

Komunitas anak jalanan yang tergabung dalam Rumah Singgah Sekar, Tanjung Priuk dan Rumah Singgah Kurnia, Kramat Jati mendeklarasikan anti traficking bagi anak jalanan dan mendorong Pemerintah menjadikan tanggal 12 Desember sebagai hari anti traficking. Deklarasi tersebut diumumkan di akhir Diskusi Publik dalam rangka mempromosikan Hari Anti Perdagangan Manusia Nasional dengan tema Meningkatkan Kesadaran Penyelenggara Negara dan Peran Serta Publik, Dalam Memberikan Perlindungan Khsusus bagi Anak Jalanan Perempuan. (selanjutnya…)

12 LSM Tolak Eksploitasi Seksual Anak

Thursday, 13 December 2007

Ekspresikan Aksi Melalui Pentas Musik di Bundaran Air Mancur.
SEMARANG-Sebanyak 12 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyatakan menentang keras praktik kekerasan terhadap anak-anak. Mereka menolak eksploitasi seksual anak sebagai komoditi perdagangan. Aksi penolakan tersebut diekspresikan para aktifis melalui pementasan musik yang berlangsung di bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, kemarin. (selanjutnya…)

Nyanyi sedih anak-anak jalanan

Thursday, 13 December 2007

Jurnalperempuan.com-Jakarta. “Saya ngamen, karena masih baru, saya dipalakin, lalu ada yang ngajak saya, katanya kalau ikut dia, saya aman, terjamin hidupnya. Nyatanya, setelah saya mau bergabung, keadaannya lebih parah. Makanannya biasa saja, saya sering disuruh kerja keras, mijitin, trus tetep dimintain duit.”

Demikian cuplikan kisah Putri (12 tahun), perempuan cilik pengamen yang diceritakannya sendiri dalam sebuah Diskusi Publik dalam rangka mempromosikan Hari Anti Perdagangan Manusia Nasional dengan tema Meningkatkan Kesadaran Penyelenggara Negara dan Peran Serta Publik, Dalam Memberikan Perlindungan Khsusus bagi Anak Jalanan Perempuan, di Ruang Kartini Kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan (12/12). (selanjutnya…)

LSM: Jadikan 12 Desember Jadi Hari Anti-Trafficking

Thursday, 13 December 2007

Indonesia diharapkan meniru langkah Filipina dan Kamboja.

Yogyakarta — Lima lembaga swadaya masyarakat dari lima kota mengusulkan kepada pemerintah agar 12 Desember dijadikan sebagai Hari Anti-Perdagangan Manusia, terutama anak-anak dan perempuan. Sebagai langkah awal, selama 30 hari ke depan mereka akan melakukan aneka kegiatan untuk mengkampanyekan gerakan menentang eksploitasi seksual komersial terhadap anak. (selanjutnya…)

Anak jalanan demo kritik perdagangan anak

Wednesday, 12 December 2007

SEMARANG - Memperingati ha­ri Anti-Perdagangan Anak Se­du­nia, Rabu (12/12) pagi tadi, pu­luh­an aktivis dan anak jalanan meng­gelar aksi unjuk rasa, di sekitar Air Mancur Jalan Pahlawan, Semarang. Puluhan aktivis yang di antaranya dari SETARA, KJ HAM, anak-anak jalanan dari Gunung Brintik Semarang, KPPA, SSBI, LBH Apik dan Griya Asa ini,  dalam aksinya me­ngenakan pakaian tradisional seperti kebaya dan sarung. Mereka dalam orasinya, mengritik maraknya perdagangan anak belakangan ini. Mereka juga mengingatkan pengambil ke­bijakan, agar memberantas perdagangan anak. (selanjutnya…)

HARI ANTIPERDAGANGAN ORANG; Pemerintah Masih Setengah Hati

Wednesday, 12 December 2007

YOGYA (KR) - Hingga saat ini Indonesia masih menjadi sorotan dunia internasional karena disinyalir sebagai negara pengirim, persinggahan dan tujuan perdagangan orang (trafficking) untuk eksploitasi seks dan kerja paksa. Karenanya, pemerintah harus melakukan upaya serius mencegah terjadinya tindak pidana tersebut. Upaya itu antara lain dengan melakukan revisi UU No 21/ 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU PTPPO). (selanjutnya…)

Diskusi Publik dalam Rangka Mempromosikan Hari Anti Perdagangan Manusia

Monday, 10 December 2007

Sejak ditandatanganinya Protokol Palermo pada 12 Desember 2000, maka setiap tahun Konsorsium Indonesia Anti Child Trafficking (ACTs) yang beranggotakan 16 lembaga di pelbagai propinsi di Indonesia, komunitas internasional mempromosikannya sebagai Hari Anti Perdagangan Manusia. (selanjutnya…)

Diperkirakan 1.200 Anak Jadi PSK

Wednesday, 5 December 2007

YOGYAKARTA, SELASA - Diperkirakan sekarang ini sekitar 30 persen atau 120.000 orang dari jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang ada di berbagai wilayah di Indonesia adalah anak-anak, kata aktivis Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) Yogyakarta, Muhammad Farid di Yogyakarta, Selasa (4/12).

Dia mengatakan, mereka itu adalah korban yang dijerumuskan ke dalam lembah prostitusi untuk tujuan seks komersial. Kemungkinan jumlah mereka lebih besar dari yang diperkirakan ada sekarang ini. (selanjutnya…)