Blusukan Gang Dolly Tolak Perdagangan Anak

Kampanye Anti Perdagngan Anak di Gang Dollysuarasurabaya.net| Sekitar 30-an anak dan remaja yang tinggal di sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak blusukan gang. Mereka mengkampanyekan penolakan perdagangan anak di lingkungan prostitusi terbesar di Asia Tenggara itu.

Sambil membentangkan spanduk besar, anak-anak dan remaja yang tergabung dalam komunitas Taman Bacaan Kawan Kami di Lokalisasi Jarak itu juga menempelkan stiker penolakan trafiking di jendela dan pintu-pintu wisma. Aksi ini kontan saja mengagetkan para germo dan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang beristirahat, Sabtu (12/12) sore itu.

KARTONO Koordinator Taman Bacaan Kawan Kami yang juga koordinator kampanye mengatakan Hari Anti Perdagangan Manusia yang jatuh hari ini merupakan komitmen bersama warga dunia memerangi trafiking. Momentum ini bersamaan dengan ditandatanganinya Protokol Palermo 12 Desember 2000. Protokol ini baru diratifikasi pemerintah RI setahun silam.

Sementara itu LILIK SULISTYOWATI atau yang kerap disapa Mbak VERA, Ketua Yayasan Abdi Kasih mengatakan kampanye ini juga mengingatkan warga lokalisasi agar tetap menolak perdagangan anak. Lebih lanjut, dia mengatakan, penanggulangan perdagangan anak juga sangat ditentukan oleh keluarga.

“Kemiskinan memang jadi pemicu signifikan, tetapi peran keluarga tak kalah signifikan mencegah terjadinya perdagangan manusia. Seharusnya para orangtua tetap mengawasi anaknya. Jangan sampai anak-anak mereka dijual dengan dalih apapun,” kata Mbak VERA.

Kampanye anti perdagangan anak di lokalisasi Dolly dan Jarak ini tidak begitu mendapat respon positif dari para penghuni wisma. Mereka bahkan memilih masuk dan mengunci pintu wisma masing-masing.(edy)

Teks Foto :
- Kampanye Anti Perdagngan Anak di Gang Dolly.
Foto : EDDY suarasurabaya.net

Leave a Reply

$redirect_url = get_option('siteurl').'/wp-login.php?redirect_to='.get_permalink();

You must be logged in to post a comment.